Senin, 11 Februari 2013

Putusan dan Proposisi


Putusan
            Putusan ialah perbuatan manusia yang di dalamnya ia mengakui atau memungkiri sesuatu tentang sesuatu.
·         Perbuatan Manusia: dikatakan bahwa putusan adalah perbuatan akal, tetapi yang bekerja dengan akal budi adalah manusianya juga dalam artian manusia dengan akal budinya.
·         Mengakui atau memungkiri: sebuah keputusan menegaskan sesuatu, tegasnya menyatakan atau menyangkal suatu hubungan antara dua pengetian.
·         Sesuatu tentang sesuatu: Yang dalam putusan dipersatukan atau dipisahkan ialah subjek dan predikat. Putusan merupakan suatu pernyataan, yang di dalamnya suatu predikat diakui atau dimungkiri tentang suatu subjek.

Unsur-unsur Putusan
·         Subjek: hal yang tentangnya dikatakan (diakui atau dimungkiri) sesuatu.
·         Predikat: Apa yang diakui atau disangkal tentang subjek. Predikat ialah keterangan yang dikatakan tentang subjek.
·         Hubungan antara subjek dan predikat: Pernyataan penyatuan atau pemisahan, jadi afirmasi atau negasi tidak ada putusan (meskipun dalam bahasa Indonesia tak selalu diungkapkan dengan kata tersendiri).
Tidak setiap penghubungan pengertian merupakan suatu putusan. Misalnya ‘Dosen yang sebelum bulan Maret belum lulus testnya’ bukanlah putusan, karena tidak ada predikat yang diakui atau dipungkiri tentang suatu objek.

Penggolongan Putusan
Menurut sifat afirmasi dan negasi dibedakan:
1.      Putusan ‘kategoris’ = putusan yang didalamnya P diakui atau dipungkiri tentang S ‘tanpa syarat’. Hal ini masih dapat diperinci;
·         Secara mutlak
·         Ditambah dengan keterangan modalitas (pasti, mungkin, mustahil, dan sebagainya)
2.      Putusan ‘hipotesis’ = putusan yang didalamnya P diakui atau dipungkiri tentang S; tidak secara langsung, melainkan tergantung dari suatu syarat. Ini diperinci:
·         Kondisisional (bersyarat): jika…. Maka
·         Disjungtif: atau….atau
·         Konjungtif: tidak sekaligus….dan…

Mengatakan Sesuatu tentang Sesuatu
a.       Putusan afirmatif
Dalam putusan afirmatif, S dan P dinyatakan satu. Kata penghubung menghubungkan, mempersatukan P dan S. Dirumuskan dengan istilah-istilah yang sudah kita kuasai:
·         Isi pedikat diterapkan pada (dikatakan tentang) subjek
·         Luas subjek dinyatakan masuk luas/ lingkungan predikat
Misalnya: “anjing itu binatang” dalam putusan ini dinyatakan bahwa ‘anjing’ dan ‘binatang’ merupakan satu objek.
b.      Putusan negatif
Dalam putusan negatif justru dinyatakan tidak ada kesatuan  antara S dan P. Misalnya: kambing itu bukanlah kucing.

Penggolongan Putusan menurut Luasnya
·         Singular = Putusan yang subjeknya singular: jadi, jika predikat dakui atau dipungkiri hanya tentang satu hal yang ditunjuk dengan jelas. Misalnya : “Basri  adalah anak nakal”
·         Partikular = putusan yang subjeknya partikular; jadi, jika predikat diakui atau dipungkiri tentang sebagian dari seluruh luas subjeknya. Misalnya: Beberapa anak komplek ini cukup nakal”
·         Universal = putusan yang subjeknya universal; jadi, jika predikatnya diakui atau dipungkiri tentang seluruh luas subjeknya. Misalnya: “Katak itu adalah hewan amphibi”.

Penggolongan Putusan menurut Isinya
a.       Putusan analitis = putusan yang didalamnya predikat dipersatukan dengan subjek atas dasar analisis subjek (deduksi). Predikat menyebutkan secara eksplisit apa yang secra implisit sudah terkandung di dalam subjek itu.
·         Closed system statements – yang kebenarannya tidak perlu diperdebatkan atau dicocokkan dengan fakta, karena kita tentukan sendiri.
·         Agreement statement – yang benar karena sudah disetujui bersama. Semacam definisi atau perjanjian. Misalnya: 1 kilogram = 1000 gram; dalil dalil ilmu pasti.
·         A priori statements – yang sebelumnya sudah kita pastikan. Contoh; bundar itu tidak persegi.
b.      Putusan sintesis = putusan yang didalamnya predikat dipersatukan (disintesiskan) dengan subjek atas dasar pengamalan (empiris) – induksi – penyelidikan – fakta –observasi. Putusan ini juga disebut :
·         Putusan empiris (empiri = pengalaman) atau discovery statement – yang kebenarannya kita temukan atas dasar induksi dan pengalaman.
·         Open’system statement – yang mengenai dunia konkret yang kita alami setiap hari.
·         A posteriori statement – yang kebenarannya tidak dapat dipastikan sebelumnya, melainkan sesudahnya atas dasar pengalaman

Proposisi
Adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya.

Bagian pembentuk proposisi
·         Subyek
·         Predikat
·         Kopula (kata yang menghubungkan subyek dan predikat)
·         Quantifayer  (pembilang) ; Tidak harus ada
Contoh; Semua mahasiswi IAIN adalah muslim

Proporsisi berdasarkan jenisnya
·         Kategorik; Proposisi yang terdiri atas subyek dan predikat. (predikat berfungsi mengafirmasi/menegasi subyek)
            Contoh: Ara adalah sekretaris kelas
·         Negatif: Proposisi yang mengingkari antara subyek dan predikat
Contoh: Radio bukanlah Telivisi

Macam-macam Proporsisi
·         Universal : Proposisi kategorik yang menggunakan pembilang . (semua, tiap-tiap, masing-masing, setiap, apapu, dll)
Contoh: Semua dosen bahasa Arab adalah seorang laki-laki
·         Partikular : Proposisi kategorik yang menggunakan pembilang yang bersifat khusus. 
Contoh: Sebagian siswi kelas 9 adalah anak pandai
·         Atomik : proposisi yang hanya terdiri  satu pernyataan dan mengacu pada nama diri  atau jika menggunakan kata ganti  maka akan menggunakan kata petunjuk ini atau itu.
Contoh:  Nenek itu adalah pengemis jalanan
·         Asertorik : Proposisi yang membenarkan bahawa subjek adalah sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh predikat .
Contoh : Semua Pengacara adalah Sarjana Hukum
·         Majemuk : Proposisi yang mengandung lebih dari satu pernyataan.
Contoh : Putra adalah anak yang rajin dan pintar
·         Disjungtif; Proposisi yang majemuk yang menegaskan bahwa pada waktu yang bersamaan dua buah proposisi tidak dapat keduanya benar atau keduanya salah.
Contoh :  Anita dan silvana adalah wanita solehah
·         Kondisional : Proposisi yang majemuk, yang bersyarat yang ditunjukkan oleh kata-kata ( Jika…maka…)
Contoh : Jika ira malas, maka ia tidak akan naik kelas
·         Komparatif : Proposisi majemuk yang yang membandingkan dua subyek yang dihubungkan oleh suatu predikat.
Contoh : Aliya adalah lebih tinggi dari Dora
·         Problematik : Proposisi yang predikatnya hanyalah merupakan kemungkinan bagi subjek.
Contoh : Pak Anton adalah mungkin pedagang, mungkin juga nelayan.
·         Relasional : Proposisi yang mengafirmasi/menegasi hubungan antara dua hal atau dua subjek.
Contoh : anjelika dan lunika adalah anak tante alika

Referensi :
Dr. W. Poespoprodjo, SH dan Drs. EK. T.Gilarso, Logika Ilmu Menalar, CV. Pustaka Grafika, Bandung:1999



3 komentar:

  1. hai boleh kenalan nih nomor WA ku 082193634825

    BalasHapus
  2. Mengapa hanya kalimat berita yang merupakan penjelmaan putusan atau proposisi?

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca artikel ini ^_^ Silahkan memberi komentar dengan kata-kata yang sopan. Harap tidak memberi komentar dengan kata-kata kasar ^_^